Teh Bersama LITINDO

Apa itu Litindo?

LITINDO adalah singkatan dari Literatur Teologi dalam bahasa Indonesia.
Badan LITINDO adalah sebuah badan usaha dalam bidang literature. LITINDO ini telah ada sejak tahun 1991.

Awal mula

Keinginan besar dari lahirnya LITINDO adalah untuk membantu GGRI, tetapi ternyata bahwa Tuhan telah membuka jalan sehingga projek ini bukan saja di rasakan oleh Gereja – gereja yang bercorak Reformed tetapi juga gereja – gereja lain di Indonesia telah turut merasakannya.

Berikut ini adalah wawcancara singkat kami, Majalah Obor Pembaruan (OP) yang diwakili oleh Pdt. Edwer Dethan dan perwakilan LITINDO di Indonesia diwakili oleh Koordinator LITINDO, Bapak Ferdinan Paratu.

OP: Bapak Koordinator LITINDO, bisa jelaskan kepada pembaca OP tentang tugas Bapak di LITINDO?

LITINDO: Memang kalau dari kontrak atau surat penunjukkan itu saya (adalah) kordinator (LITINDO) yang mengkordinir semua pekerjaan (LITINDO) di Indonesia….memang ada berapa orang yang sebenarnya yang masih ada kerjasama dengan mereka (LITINDO), (misalnya) Bapak Pdt. Pak Benyamin Rohi dan Saudara Obed. Di dalam mereka bekerja nanti ada toko buku disini mungkin ada kegiatan satu atau dua kali. Jadi kalau ada seminar nanti saya yang membantu mengorganisir kegiatan-kegiatan itu. Saya sementara ini kordinator sampai saya selesai studi tahun depan, baru kami mulai dengan job deskripsi yang baru.

OP : Litindo telah ada sejak tahun 1991. Bisa dijelaskan berapa banyak buku yang telah dihasilkan oleh Tim Litindo?

LINTINDO : Kalau tidak salah (sudah ada) 49 atau 52 lebih buku (yang telah diterbitkan).

OP : apa rencana LITINDO kedepan?

LITIND : secara umum pekerjaan LITINDO sudah berjalan dengan sangat baik. Tetapi memang karena kemarin semua para Pendeta (Perintis LITINDO) ini masuk ke usia pensiun dan selama ini mereka dibiayai oleh sekolah Klasis di Belanda.

OP : Karena para perintis LITINDO yang umumnya adalah pendeta – pendeta dari Belanda sekarang telah pension maka sekarang pekerjaan ini telah diamil oleh Gereja Reformed Mundijong. Bisa dijelaskan tentang ini?

LINTINDO : memang Gereja Mundijong melihat akan pentingnya organisasi ini, maka gereja ini mempunyai inisiatif untuk meneruskan program Literatur ini…..Karena itu kedepan LITINDO yang baru ini akan lebih berfokus untuk mendorong pendeta – pendeta Indonesia untuk menulis buku…Dengan demikian pekerjaan perjemahan itu tetap dilakukan, tetapi tidak lagi menjadi prioritas utama seperti apa yang Litindo lama lakukan. Sehingga sekarang ada keinginan untuk mendorong para Pendeta-pendeta lokal (Indonesia – dari gereja gereja reformed di Indonesia) untuk menulis.

Sehingga (LITINDO baru) tidak berharap produksi Literatur dari luar, tetapi berharap produksi dari dalam. Dan kami dari LITINDO membantu untuk mempublikasikan tulisan – tulisan tersebut.

OP : Apa target LITINDO tahun ini?

LITINDO : (Tahun ini) masih dalam taraf sosialisasi.

OP : bisa dijelaskan lebih detail?

LITINDO : Yah, kami baru bertemu dengan penulis pribsumi (Indonesia)… Sehingga bulan depan kami sudah membuka toko buku di Waingapu. Jadi ini juga menjadi awal dari kerja dan kedepannya tulisan-tulisan dari Bapak Pendeta kami akan publikasi.

OP : Bagaimana strateginya? Berarti saya lihat sekarang target atau posisi masih dalam taraf sosialisasi, mungkin tahun depan ada baru bisa melihat berapa banyak hasilnya.

LITINDO : Jadi sudah ada yang menulis dan sudah bisa sekarang pak. Tulisan-tulisan lama yang bisa dipublikasikan itu.

OP : Apakah ada rencana ke Papua atau Kalimantan untuk sosialisasi ini juga?

LITINDO : Ya, memang ada rencana seperti itu.

Kesimpulan

Demikian wawacancara singkat kami dengan Koordinator LITINDO di Indonesia. Pada intinya LITINDO yang baru ini akan bekerja lebih keras dalam mendorong pendeta – pendeta atau pejabat gereja dari kalangan gereja – gereja Reformed di Indonesia untuk lebih banyak menulis. Untuk sementara LITINDO akan berusaha menprint ulang buku – buku LITIND yang sudah out of print.

Karena visi yang baru dari LITINDO ini maka dalam beberapa minggu yang lalu, TIM LITINDO telah berkunjung ke beberapa penerbit dan melakukan penjajakan untuk bekerja sama. Informasi yang kami dapatkan LITINDO telah menjajaki untuk bekerja sama dengan beberapa penerbit terkenal seperti Gandum Mas, Momentum. Selain itu TIM ini juga telah bertemu dengan penerjam professional yang menerjemahkan seri Matthew Henry. Dibidang online, TIM ini juga telah bertemu dengan organisasi SABDA.

Menurut Paratu “ Dari perkunjungan tersebut, kami melihat betapa Tuhan itu begitu besar dalam memelihara dan mengembangkan gereja – gereja dimuka bumi secara kusus di Indonesia.”
Kirannya Tuhan terus memakai LITINDO untuk pengembangan dan pengajaran yang benar.